FAKULTAS PERTANIAN UNISMUH MAKASSAR

VISI :

Pernyataan Visi Fakultas Pertanian Unismuh Makassar adalah sebagai berikut :

“Terwujudnya Pelayanan Pendidikan Fakultas yang bertumpu pada Iptek , Imtak dan kurikulum berbasis Kompotensi dibidang pertanian menuju Fakultas Islam terkemuka unggul , terpercaya dan Mandiri”

MISI :

  1. Mengelola dan menyelenggarakan system pengajaran yang berjenjang dan berbasis komptensi program studi.
  2. Mengadakan penelitian yang dinamis dan aflikatif  pada semua jenjang program studi serta mempulikasikan melalui jurnal ilmiah Fakultas.
  3. Membangun karakter peserta didik dan tenaga pengajar melalui keterampilan terpadu dan berjenjang  yang bertumpu pada cirri khas keilmuan dan akhlak karimah.

KEKUATAN (STRENTH)

  1. SDM yang tersedia cukup memadai
  2. Biaya pendidikan terjangkau
  3. Lokasi kampus yang terletak pada tempat yang strtegis
  4. Jumlah mahasiswa yang cukup
  5. Gedung kuliah dan areal fakultas cukup memadai
  6. Memiliki hutan pendidikan sebagai tempat praktek
  7. Adanya orang-orang Muhammadiyah disetiap kabupaten
  8. Terbentuknya Korps Alumni IKA Fakultas Pertanian
  9. Pengelolaan Fakultas yang tertata dengan baik

KELEMAHAN(W)

  1. Keahlian Dosen dengan mata kuliah yang dibina masih ada tidak relevan
  2. Pendidikan lanjutan (S2) dosen kurang relevan dengan prodi yang dibina
  3. Adanya prodi yang belum terakreditasi
  4. Kinerja dan disiplin pegawai yang masih relative rendah
  5. System kepegawaian yang belum memenuhi standar
  6. Sarana laboratorium yang kurang memadai
  7. Lemahnya SDM peneliti
  8. Adanya kelompok-kelompok mahasiswa yang sering membuat masalah dalam kampus.
  9. Kemampuan akademik mahasiswa yang relative masih rendah.

PELUANG ( O)

  1. Tersedianya PT Penyelenggara S2 , S3
  2. Tersedianya Dosen PTN-PTS senior yang dapat dijadikan mitra untuk pengembangan dosen muda
  3. Tersedianya  lembaga donor untuk beasiswa lanjut
  4. Tersedianya lembaga donor untuk penelitian dosen
  5. Kebijakan bantuan sarana
  6. Dana penelitian tersedia dari Pihak Rektorat
  7. Adanya MOU dengan beberapa instansi yang terkait

ANCAMAN (T)

  1. Terdapat prodi studi yang Sama yang dikelola oleh Fakultas pada  PTN-PTS dengan fasilitas yang cukup
  2. Adanya dosen dan karyawan berkualitas pindah atau terangkat menjadi PNS
  3. Kemampuan Fakultas lain pada PTN-PTS dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan
  4. SDM Fakultas pada PTN-PTS yang lebih berpengalaman
  5. Pengaruh obat-obat terlarang, miras dan Pergaulan bebas

ANALISA SWOT

ANALISIS LINGKUNGAN         INTERN

EKSTERNAL

KEKUATAN (S) KELEMAHAN(W)
  1. SDM yang tersedia cukup memadai
  2. Biaya pendidikan terjangkau
  3. Lokasi kampus yang terletak pada tempat yang strtegis
  4. Jumlah mahasiswa yang cukup
  5. Gedung kuliah dan areal fakultas cukup memadai
  6. Memiliki hutan pendidikan sebagai tempat praktek
  7. Adanya orang-orang Muhammadiyah disetiap kabupaten
  8. Terbentuknya Korps Alumni IKA Fakultas Pertanian
  9. Pengelolaan Fakultas yang tertata dengan baik

 

  1. Keahlian Dosen dengan mata kuliah yang dibina masih ada tidak relevan
  2. Pendidikan lanjutan (S2) dosen kurang relevan dengan prodi yang dibina
  3. Adanya prodi yang belum terakreditasi
  4. Kinerja dan disiplin pegawai yang masih relative rendah
  5. System kepegawaian yang belum memenuhi standar
  6. Sarana laboratorium yang kurang memadai
  7. Lemahnya SDM peneliti
  8. Adanya kelompok-kelompok mahasiswa yang sering membuat masalah dalam kampus.
  9. Kemampuan akademik mahasiswa yang relative masih rendah.

 

Peluang (O) Strategi Menggunakan Kekuatan untuk memanfaatkan kesempatan Stretegi mengurangi kelemahan dengan memanfaatkan kesempatan
  1. Tersedianya PT Penyelenggara S2 , S3
  2. Tersedianya Dosen PTN-PTS senior yang dapat dijadikan mitra untuk pengembangan dosen muda
  3. Tersedianya  lembaga donor untuk beasiswa lanjut
  4. Tersedianya lembaga donor untuk penelitian dosen
  5. Kebijakan bantuan sarana
  6. Dana penelitian tersedia dari Pihak Rektorat
  7. Adanya MOU dengan beberapa instansi yang terkait

 

  1. Peningkatan pendidikan Staf pengajar melalui kemitraan jaringan PTM dan person
  2. Menyusun pola pembinaan SDM yang sistematis
  3. Meningkatkan Profesinalisme Dosen dan Karyawan
  4. Membangun sarana sesuai master PLAN
  5. Memanfaatkan dana penelitian dari lembaga donor
  6. Memanfaatkan jaringan yang ada untuk menghidupkan program studi yang stagnan
  7. Meningkatkan monitoring kinerja pegawai.
  8. Memperbaiki system kepegwaian
  9. Melengkapi sarana laboratorium
  10. Memberi bea siswa kepada mahasiswa yang berprestasi.
Ancaman (T) Strategi Menggunakan kekuatan untuk mencegah ancaman Strategi menekan kelemahan menghindari ancaman
  1. Terdapat prodi studi yang Sama yang dikelola oleh Fakultas pada  PTN-PTS dengan fasilitas yang cukup
  2. Adanya dosen dan karyawan berkualitas pindah atau terangkat menjadi PNS
  3. Kemampuan Fakultas lain pada PTN-PTS dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan
  4. SDM Fakultas pada PTN-PTS yang lebih berpengalaman
  5. Pengaruh obat-obat terlarang, miras dan Pergaulan bebas

 

  1. Memaksimalkan dosen untuk studi S2-S3 berdasarkan relevansi program studi yang dibina
  2. Meningkatkan kesejahteraan dosen dan karyawan
    1. Mempercepat pembangunan
    2. Meningkatkan kinerja lembaga kompotensi SDM
    3. Optimalkan pembinaan kemahasiswaan.
    4. Memantapka proses belajar mengajar dengan kualifikasi dosen yang relevan untuk meningkatkan daya saing/daya tarik prodi yangdibina
    5. Menetapkan system rekruitmen dosen dan karyawan
    6. Menyusun skala perioritas pembangunan
    7. Meningkatkan system informasi penelitian.

MANAJEMEN OPERASI DAN PRODUKSI

Produksi adalah penciptaan atau penambahan faedah, bentuk, waktu dan tempat atas faktor-faktor produksi sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia.

Produk adalah hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang dan jasa.

Produsen adalah orang atau badan ataupun lembaga lain yang menghasilkan produk.

Produktivitas adalah suatu perbandingan dari hasil kegiatan yang sesungguhnya dengan hasil kegiatan  yang seharusnya.

Luas Produksi adalah kapasitas yang digunakan oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dapat diukur dengan kapasitas mesin, penyerapan bahan baku, jumlah tenaga kerja, jumlah jam kerja, jumlah jam mesin dan unit keluaran.

Bill of Material adlah daftar dari seluruh bahan baku, bahan lain, onderdil dan komponen untuk memproduksi dalam perusahaan.

Job Lot Shop adalah perusahaan yang akan berproduksi atau pesanan yang masuk dalam perusahaan.

Moss Production Shop adalah perusahan-perusahaan yang berproduksi untuk persediaan atau untuk pasar. Produksi tidak konstan, kadang bertambah, kadang berkurang.

Luas Perusahaan adalah kapasitas yang tersedia atau terpasang dalam suatu perusahaan.

Perencanaan adalah serangkaian keputusan yang diambil sekarang untuk dikerjakan pada waktu yang akan datang.

Faktor – Faktor Produksi :

1. Alam

2. Modal

3. Tenaga kerja

4. Teknologi

Proses Produksi adalah cara atau metode untuk menciptakan atau menambah guna suatu barang atau jasa dengan memanfaatkan sumber yang ada.

Macam – Macam Wujud Proses Produksi :

1. Proses kimia : adalah proses produksi yang menggunakan sifat kimia.

2. Proses perubahan bentuk : adalah proses produksi dengan merubah bentuk.

3. Proses asembling : adalah proses produksi menggabungkan komponen-komponen mejadi produk akhir.

4. Proses transportasi : adalah proses produksi menciptakan perpindahan barang.

5. Proses penciptaan jasa-jasa administrasi : adalah proses produksi berupa penyiapan data informasi yang

    diperlukan.

Jenis – Jenis Proses Produksi :

1. Proses produksi terus-menerus : adalah proses produksi yang terdapar pola atau urutan yang pasti sejak dari

    bahan baku sampai menjadi barang jadi.

2. Proses produksi terputus-putus : adlah proses produksi yang tidak terdapat urutan atau pola yang pasti sejak

    dari bahan baku sampai menjadi barang jadi.

Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Perencanaan sistem produksi

Sistem pengendalian produksi

Sistem informasi produksi

● Perencanaan produksi

● Pengendalian proses produksi

● Struktur organisasi

● Perencanaan lokasi produksi

● Pengendalian bahanbaku

● Produksi atas dasar pesanan

● Perencanaan letak fasilitas produksi

● Pengendalian tenaga kerja

● Produksi untuk persediaan

● Perencanaan lingkungan kerja

● Pengendalian biaya produksi

● Perencanaan standar produksi

● Pengendalian kualitas pemeliharaan

Definisi Manajemen Produksi

1. Oleh Agus Ahyari :

    Merupakan proses kegiatan untuk mengadakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dari produksi dan proses produksi.

2. Oleh Sukanto :

    Merupakan usaha mengelola dengan cara optimal terhadap faktor-faktor produksi atau sumber seperti manusia, tenaga kerja, mesin dan bahan baku yang ada.

Tujuan Manajemen Produksi

Adalah memproduksi atau mengatur produksi barang-barang dan jasa-jasa dalam jumlah, kualitas, harga, waktu serta tempat tertentu sesuai dengan kebutuhan.

Penelitian Produksi

Adalah penelitian tentang produk apa dan bagaimana yang disukai konsumen.

Pengembangan Produksi

Adalah penelitian terhadap produk yang telah ada untuk dikembangkan lebih lanjut agar mempunyai kegunaan yang lebih tinggi dan lebih disukai konsumen.

Liniear Programming

Adalah salah satu cara atau metode untuk menentukan kombinasi produksi yang paling optimal. Problem yang dapat diselesaikan terbatas pada problem yang mempunyai batasan liniear, serta mempunyai fungsi yang lancar.

Luas Produksi

Adalah jumlah atau volume output yang seharusnya diproduksi oleh suatu perusahaan dalam suatu periode.

Akibat Luas Produksi :

1. Luas produksi yang terlalu besar berakibat biaya yang besar dan investasi yang besar pula.

2. Luas produksi yang terlalu kecil berakibat tidak dapatnya perusahaan memenuhi permintaan pasar.

Luas Perusahaan Dapat Diukur Dengan :

1. Bahan dasar yang digunakan

2. Barang yang dihasilkan

3. Peralatan yang digunakan

4. Jumlah pegawai yang dipekerjakan

Hubungan Luas Produksi Dengan Biaya

1. Biaya variabel : adalah biaya yang berubah-ubah tergantung volume produksi.

    a. Biaya variabrl progresif

    b. Biaya variabel proporsional

    c. Biaya variabel regresif

2. Biaya tetap : adalah biaya yang tidak terpengaruh dengan perubahan volume produksi.

3. Biaya persatuan : adalah biaya total dibagi jumlah barang yang diproduksi.

    Semakin besar jumlah yang diproduksi maka biaya persatuan makin kecil, dan begitu sebaliknya.

Kendala Dalam Mencapai Luas Produksi Maksimal

1. Faktor tidak dapat dibagi-bagi alat produksi tahan lama

2. Berlakunya hukum hasil yang bertambah dan berkurang

3. Berlakunya hukum guna batas yang berkurang

Penentuan Luas Produksi

1. Pendekatan konsep MC dan MR

    a. Marginal cost adalah tambahan ongkos sebagai akibat dari adanya tambahan satuan produk.

    b. Marginal revenue adalah tambahan penghasilan sebagai akibat tambahan satuan produk.

    Perbandingan antara besarnya tambahan biaya MC dengan tambahan penghasilan MR dapat membantu

    menentukan luas produksi yang paling menguntungkan.

2. Pendekatan konsep BEP

    Dalam konsep ini terdapat hubungan volume produksi, biaya dan laba.

3. Metode simplek

    Adalah metode untuk menentukan kombinasi dua atau lebih barang yang dihasilkan perusahaan agar

    keuntungan maksimal.

Faktor – Faktor Yang Membatasi Luas Produksi

1. Kapasitas mesin

2. Bahan dasar

3. Uang kas yang tersedia

4.  Permintaan

Pola Produksi

Pola Produksi adalah penentuan bagaimana kebijakan perusahaan untuk melayani penjualan.

Macam – Macam Pola Produksi

1. Pola produksi konstan atai horizontal : adalah dimana jumlah yang diproduksi setiap periode tetap sama.

2. Pola produksi bergelombang : adalah jumlah yang diproduksi setiap periode tidak sama mengikuti perubahan

    tingkat penjualan dalam perusahaan.

3. Pola produksi moderat : adalah gelombang produksi tidak tajam, sehingga mendekati konstan.

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pola Produksi

1. Pola penjualan

2. Pola biaya ;

    a. biaya perputaran tenaga kerja

    b. biaya simpan

    c. biaya lembur

    d. biaya subkontrak

3. Kapasitas maksimum fasilitas produksi.

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Pabrik

1. Lingkungan masyarakat

2. Sumber alam

3. Tenaga kerja

4. Transportasi

5. Pembangkit tenaga listrik

6. Tanah untuk ekspansi

Metode Pemilihan Lokasi Pabrik

1. Metode kuantitatif : adalah menilai secara kuantitatif baik buruknya suatu daerah untuk pabrik sehubungan

    dengan faktor-faktor yang terdapat didaerah tersebut, sehingga perusahaan dapat membandingkan keadaan

    daerah satu dengan daerah lain.

2. Metode kualitatif : adalah konsep biaya tetap dan biaya variabel dari lokasi yang berbeda dapat menciptakan

    hubungan antara biaya dan volume produksi yang berlaku bagi masing-masing lokasi.

3. Metode transportasi : adalah suatu alat untuk memecahkan masalah yang menyangkut pengiriman barang,

    dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Tujuan transportasi adalah dari mana dan berapa jumlah yang harus didistribusikan pada masing-masing lokasi, sehingga biaya distribusi minimum.

Perencanaan Layout adalah perencanaan dari kombinasi yang optimal antara fasilitas produksi serta semua peralatan dan fasilitas terlaksananya proses produksi.

Tujuan Pelaksanaan Layout adalah untuk mendapatkan kombinasi yang paling optimal antara fasilitas-fasiltas produksi.

Layout Diperlukan Dalam Perusahaan Karena :

1. Adanya perubahan desain produk

2. Adanya produk baru

3. adanya perubahan volume permintaan

4. Lingkungan kerja yang tidak memuaskan

5. Fasilitas produksi yang ketinggalan jaman

6. Penghematan biaya

7. Adanya kecelakaan dalam proses produksi

8. Pemindahan lokasi pasar/konsentrasi terhadap pasar

Kriteria Penyusunan Layout :

1. Jarak angkut yang minimum

2. Penggunaan ruang yang efektif

3. Keselamatan barang-barang yang diangkut

4. Fleksibel

5. Kemungkinan ekspansi masa depan

6. Biaya diusahakan serendah mungkin

7. Aliran material yang baik

Langkah-Langkah Perencanaan Layout :

1. Melihat perencanaan produk yang menunjukkan fungsi-fungsi dimiliki produksi tersebut

2. Menentukan perlengkapan yang akan dibutuhkan dan memilih mesin-mesinnya.

3. Analisa dan keseimbangan urutan pekerjaan, flow casting dan penyusunan diagram blok daripada layout.

Klasifikasi Perencanaan Layout

1. Adanya perubahan-perubahan kecil dari layout yang ada

2. Adanya perubahan-perubahan fasilitas produksi yang baru

3. Merubah susunan layout karena adanya perubahan fasilitas produksi

4. Pembangunan pabrik baru

Macam – Macam Layout

1. Produk layout

    adalah berurutan sesuai dengan jalannya proses produksi dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi.

2. Proses layout

    Adalah kesamaan proses atau kesamaan pekerjaan yang mempunyai fungsi yang sama dikelompokkan dan

    ditempatkan dalam ruang tertentu.

3. Fixed position (layout kelompok)

    Adalah susunan komponen untuk proses produksi diletakkan didekat tempat proses produksi dilaksanakan.

4.  Material handling

    Adalah ilmu untuk memindahkan, membungkus dan menyimpan bahan-bahan dalam segala bentuk.

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Investasi merupakan penanaman dana yang dilakukan oleh suatu perusahaan ke dalam suatu asset (aktiva) dengan harapan memperoleh  pendapatan di masa yang akan dating.  Dilihat dari jangka waktunya, invetasi dibedakan menjadi 3 macam yaitu investasi jangka pendek, investasi jangka menengah dan investasi jangka panjang.  Sedangkan dilihat dari jenis aktivanya, investasi dibedakan ke dalam investasi aktiva riil dan investasi non riil (aktiva finangsial ).  Investasi dalam aktiva riil misalnya investasi dalam tanah, gedung,mesin-mesin dan peralatan-peralatan.   Adapun investasi non-riil msialnya investasi kedalam surat-surat berharga.

Keputusan investasi yang dilakukan perusahaan sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup perusahaan yang bersangkutan.  Hal ini karena keputusan investasi menyangkut dana yang akan digunakan untuk investasi, jenis investasi yang akan di lakukan ini diharapkan memperoleh peneriamaan –  penerimaan yang dihasilkan dari investasi tersebut yang dapat menutup biaya-biaya yang dikeluarkannya.   Penerimaan investasi yang akan diterima berasal dari proyeksi keuntungan atas investasi tersebut.  Untuk menganalisis keputusan investasi atau proyek investasi , apakah invetasi  tersebut layak atau tidak , maka konsep yang digunakan adalah konsep aliran kas, bukan konsep laba.

  1. Rumusan Masalah

Untuk mengambil keputusan apakah suatu perusahaan atau investor melakukan investasi atau tidak melakukan investasi maka beberapa hal yang dapat dipertimbankan yaitu :

  1. Bagaimanan Aliran kas dalam investasi
  2. Bagaimana metode penilaian investasi
  1. Tujuan

Dalam makalah yang sederhana ini penulis ingin menyampaikan beberapa hal yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memutuskan investasi apakah suatu perusahaan melakukan investasi atau tidak yaitu diantaranya

  1. Aliran kas dalam investasi
  2. Metode penilian investasi

BAB II

PEMBAHASAN

  1. ALiran Kas dalam investasi

Keputusan investasi yang dilakukan suatu perusahaan akan menentukan , apakah suatu perusahaan layak  melakukan investasi atau tidak   Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah aliran kas keluar (outflow) yang akan dikeluarkan perusahaan.  Ada 3 macam aliran kas yang terjadi dalam investasi yaitu initial casflow, operational chasflow dan terminal cashflow.

  1. Initial Cashflow ( Capital Outlays)

Intial cashflow (capital Outlays) merupaka aliran kas yang berhubungan dengan pengeluaran kas pertama kali untuk keperluan investasi.  Cashflow ini misalnya harga perolehan pembelian tanah, pembanguan pabrik, pembelian mesin, perbaikan mesin dan invetasi aktiva tetap lainnya. Jika melakukan investasi pembelian mesin pabrik maka yang termasuk capital Outlays atau cash outflow antara lain harga pembelian mesin, biaya pasang percobaan, biaya balik nama (jika ada) dan biaya lain yang harus dikeluarkan mesin tersebut sampai mesin tersebut siap dioperasikan.

  1. Operational Cashflow

Operational Cashflow merupakan aliran kas yang terjadi selama umur investasi.  Operational cashflow ini berasal dari pendapatan yang diperoleh dikurangi dengan biaya-biaya  yang dikeluarkan perusahaan.  Aliran kas operasi sering cash inflow (aliran kas masuk).  Yang nantinya akan dibandingkan dengan cash outflow untuk menutup investasi.

Operational  cashflow  (Cash inflow) ini biasanya diterima setiap tahun  selama umur ekonomis investasi yang berupa aliran kas masuk bersih (disebut proceds).  Besarnya proceds terdiri dari 2 sumber yaitu laba setelah pajak atau Earning After Tas (EAT) ditambah depresiasi.   Biaya depresiasi merupakan sumber kas masuk.  Pada saat terjadi biaya depresiasi perusahaan tidak mengeluarkan biaya yang berbentuk kas walaupun di laopran laba rugi besarnya menambah biaya operasi.  Karena disatu sisi menambah biaya padahal disisi lain lain sebenarnya tidak mengeluarkan uang kas  maka sebenarnya ada kas yang terkumpul dan diperlakukan sebagai kas masuk sebesar biaya depresiasi tersebut selama umur aktiva.  Dana yang terkumpul tersebut nantinya akan digunakan untuk membeli aktiva kembali apabila aktiva yang didepresiasi tersebut telah habis umur eknominya.

Dana yang digunakan untuk investasi aktiva tetap dapat berasal dari modal sendiri dan atau modal asing (hutang).  Perbedaan sumber modal yang digunakan untuk investasi tersebut mempengaruhi perhitungan proceeds (aliran kas masuk)investasi yang bersangkutan.  Perhitungan proceeds dari kedua sumber modal tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Proceeds bila menggunakan modal sendiri :

Proceeds  = Laba bersih setelah pajak  + Depresiasi

  1. Proceed bila menggunakan modal sendiri dan Hutang

Proceeds  = Laba bersih setelah pajak  + Depresiasi +  Bunga (1 – Pajak )

  1. Terminal Cashlow

Terminal cashflow merupakan aliran kas masuk yang  diterima oleh perusahaan sebagai akibat habisnya  umur ekonnomis suatu proyek investasi.  Terminal cashflow ini dapat diperoleh pada akhir umur ekonomis suatu investasi.  Terminal cashflow ini dapat diperoleh dari nilai sisa (residu) dari aktiva dan modal kerja yang digunakan untuk investasi.  Nilai residu suatu investasi merupakan nilai aktiva pada akhir umur ekonomisnya yang dihitung dari nilai buku aktiva yang bersangkutan.  Besarnya nilai residu  ini sangat penting dalam perhitungan biaya depresi adan liaran kas untuk perusahaan.

Modal kerja yang digunakan oleh perusahaan akan selalu berputar setiapperiode tertentu.   Pada akhir umur ekonomis aktova yang bersangkutan habis, maka modal kerjanya tidak lagi terikat pada aktiva tersebut dan dapat digunakan untuk kegiatan yang lain.  Pada  saat itulah modal kerja merupakan modal aliran kas masuk.  Karena terjadinya hanya pada akhir umur eknomis saja, maka aliran yang berasal dari modal kerja termasuk dalam terminal cashflow.

  1. Metode Peniliaan Investasi

Pengambilan keputusan proyek investasi terutama di dasarkan pada pertimbangan ekonomis .  Secara ekonomis apakah suatu investasi layak atau tidak layak dilaksanakan dapat dihitung dengan menggunakan beberapa metode penilaian atau criteria proyek investasi yaitu :

  1. Metode Accounting Rate Of return (ARR)
  2. Metode payback periode (PBP)
  3. Metode Net Present Value (NPV)
  4. Metode profitability Index (PI)
  5. Metode Internal rate ofReturn (IRR)

Pada uraian berikut akan diuraikan satu persatu metode penilaian atau criteria proyek investasi yang akan membantu dalam pengambilan keputusan proyek investasi guna menentukan apakah suatu investasi layak atau tidak layak dilaksanakan.

  1. Metode Accounting Rate Of return (ARR)

Metode Accounting rate of return (ARR) adalah metode  yang mengukur besarnya tingkat keuntungan dari investasi yang digunakan untuk memperoleh keuntungan tersebut .  Keuntungan yang diperhitungkan adalah keuntungan bersih setelah pajak  (Earning After Tax, EAT). Sedangkan investasi yang diperhitungkan adalah rata-rata investasi  yang diperoleh dari investasi  awal (jika ada) ditambah investasi akhir dibagi dua.  Hasil dari ARR ini merupakan angka relative (presentase).

ARR =

Contoh :

Proyek A membutuhkan dana Rp 280.000.000,- Umur eknominya 3 tahun dengan nilai sisa Rp 40.000.000, laba setelah pajak (EAT) selama 3 tahun berturut –turut adalah tahun 1 = Rp 40.000.000,- , tahun ke 2 = Rp 50.000.000 dan tahun ke 3 = Rp 30.000.000,- dari informasi tersebut dapat dihitung besarnya Accounting Rate Of Return sebagai berikut :

ARR =

= 40.000.000/160.000.000 = 0,25 = 25%.

Pengambilan keputusannya adalah apabila ARR lebih besar dari biaya investasi yang digunakan (biaya modal) maka investasi tersebut layak untuk dilaksanakan dan sebaliknya.

Kelemahan metode ini  banyak kelemahannya yaitu :

a)      Mengabaikan nilai waktu dari uang

b)      Hanya menitiberatkan masalah akuntansi  sehingga kurang memperhatikan data aliran kas investasi.

c)      Merupakan pendekatan jangka pendek dengan menggunakan angka rata-rata yang menyesatkan.

d)      Kurang memperhatikan panjangnya jangka waktu investasi.

  1. Metode Payback Period (PBP)

Payback period merupakan suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran suatu investasi  dengan menggunakan aliran kas masuk neto (proceds) yang diperoleh .  Metode ini juga cukup sederhana seperti metode ARR.  Rumusnya sebagai berikut :

Contoh :

Proyek B membutuhkan incestasi sebesar Rp 120.000.000,- .  Aliran kas masuk atau proceeds  ( laba neto + penyusutan diperkirakan Rp 40.000.000,- pertahun selama 6 tahun, maka besarnya Payback periode adalah :

PBP =

Apabila Proceeds setiap tahun tidak sama misalnya  diperkirakan :

Tahun  :

1)      Rp. 50.000.000

2)      Rp  50.000.000

3)      Rp  40.000.000

4)      Rp  30.000.000

5)      Rp  20.000.000

6)      Rp  20.000.000

Maka Payback Period-nya dapat dihitung sebagai berikut :

Outlays ( investasi )                   Rp  120.000.000

Proceeds tahun ke 1                  Rp    50.000.000

                                                           Rp    70.000.000

Proceeds  tahun ke 2                 Rp    50.000.000

PBP  = 2 tahun +

Pada tahun  ke 3 investasi yang belum kembali sebesar Rp 20.000.000.  Padahal pada tahun ke 3 proyek B diperkirakan memperoleh aliran kas masuk bersih sebesar  Rp. 40.000.000 ( 1 tahun ). Oleh karena itu untuk mengembalikan dana investasi sebesar Rp 20.000.000 memerlukan waktu selama ( 20.000.000/40.000.000)x 12 bulan = 6 bulan sehingga payback periodnya selama 2 tahun 6 bulan .  Apabila Payback  period ini lebih pendek dibanding jangka waktu kredit  (apabila dananya berasal dari pinjaman) yang disyaratkan oleh investor atau pihak bank, maka investasi proyek B diterima.

Beberapa kelemahan dari metode payback period adalah :

1)      Mengabaikan nilai waktu dari uang

2)      Mengabaikan proceds setelah PBPdicapai

3)      Mengabaikan nilai sisa.

  1. Metode Net Present Value (NPV)

Pada metode Net present value (NPV) mengakomodasi tentang nilai waktu uang dalam suatu investasi. Metode NPV adalah metode mengcari selisih antara nilai sekarang dan aliran kas neto (proceds) dengan nilai sekarang dari suatu investasi (outlays).

NPV = – Io +

Keterangan :

Io         = Nilai investasi atau outlays

At        = aliran kas neto pada periode t

r           = Discount rate

t           = Jangka waktu proyek investasi (umur proyek investasi)

Contoh :

Dari proyek B diatas kita dapat menghitung besarnya Net Present Value  (NPV) bila diketahui discount rate-nya = 10 %, yaitu :

1)      Apabila aliran kas masuk bersih  (proceeds) tiap tahun besarnya sama yaitu  Rp 40.000.000.

NPV = -120.000.000 +

NPV  = – 120.000.000 + 40.000.000

NPV  = – 120.000.000 + 174.212.000 = Rp 54.212.000

2)      Apabila aliran kas masuk bersih  (proceeds) tiap tahun besarnya tidak sama, maka NPV adalah :

NPV = -120.000.000 +

NPV   = -120.000.000 + 160.980.000  = Rp 40.980.000

Pengambilan kesimpulan :

Apabila NPV > 0  atau positif maka rencana investasi layak diterima, sebaliknya jika NPV < 0 maka rencana investasi tidak layak diterima atau ditolak.

  1. Metode Profitability Index (PI)

Metode PI adalah metode yang memiliki hasil keputusan yang sama dengan metode NPV artinya suatu proyek investasi diterima dengan menggunakan metode NPV maka akan diterima pula jika menggunakan metode profitability.  Formula metode PI adalah

PI =  atau PI =

Pengambilan keputusan jika PI > 1 maka rencana investasi layak diterima, jika PI < 1 maka rencana investasi tidak layak diterima.

Contoh :

1)      Untuk aliran kas masuk bersih (proceeds) tiap tahun yang besarnya sama yaitu Rp 40.000.000 maka :

PI =

2)      Untuk aliran kas masuk bersih (proceeds) tiap tahun besarnya tidak sama, maka :

PI =  = 1,34 > 1 -> maka rencana investasi layak diterima.

  1. Metode Internal Rate Of Return (IRR)

Metode IRR adalah metode penilaian yang mengcari tingkat bunga (discount rate) yang menyamakan nilai sekarang dari  aliran kas neto (present value of proceeds) dan investasi (initial Outlays).  Pada saat IRR tercapai maka besarnya NPV sama dengan nol.  Oleh karena itu untuk menghitung IRR diperlukan interpolasi NPV dari kutub (daerah) positif dan kutub negative kemudian dilakukan interpolasi (pencarian nilai selisih) sehingga diperoleh nilai NPV sama dengan nol.  Penggunaan metode IRR memiliki konsep yang indentik atau sama dengan penentuan besarnya bunga yang dihasilkan obligasi hingga  jatuh temponya (yield to maturity).

Pengambilan keputusan dapat diterima dan ditolaknya suatu usulan investasi dengan metode IRR selaras dengan meode NPV, sekalipun metode IRR lebihsulit dibanding dengan metode NPV karena menggunakan cara coba-coba. Kesulitan ini  dapat diatasi dengan menggunakan kalkulator atau computer . Investasi dapat diterima jika besarnya IRR > dari tingkat bunga yang digunakan sebagai biaya modal dan sebaliknya ditolak jika IRR < dari tingkat bunga yang digunakan.

Contoh perhitungan IRR dengan bunga 20 % dan 30 %

Tahun Proceeds DR (20%) PV DR (30%) PV
1 50.000.000 0,833 41.650.000 0,770 38.500.000
2 50.000.000 0,694 34.700.000 0,592 29.600.000
3 40.000.000 0,579 23.160.000 0,455 18.200.000
4 30.000.000 0,482 14.460.000 0,350 10.500.000
5 20.000.000 0,402 8.040.000 0,269   5.380.000
20.000.000 0,335 6.700.000 0,207   4.140.000
Investasi (outlays) 120.000.000 120.000.000
NPV 8.710.000 -13.680.000

Pada tingkat  bunga 20% diperoleh NPV positif dan pada tingkat bunga 30% diperoleh NPV negative dengan demikian semakin tinggi tingkat bunga maka NPV semakin kecil dan sebaliknya. Untuk menghitung IRR dilakukan proses interpolasi (analisis selisih) yaitu :

Tingkat bunga   PV of Proceeds           PV Of Outlays              NPV

30 %                Rp 106.329.000            Rp 120.000.000 – Rp 13.680.000

20%                 Rp 128.710.000            Rp 120.000.000 – Rp   8.710.000

Selisih 10%   Rp    22.390.000            0                                    Rp 22.390.000

IRR  = 20%  +   =20 % + 3,89% = 23,89%

Atau

IRR = 30 % +   = 30% – 6,11% = 23,89 %

Internal Rate Of Return juga dapat dihitung dengan mudah menggunakan rumus :

IRR = rk +  x (rb – rk)

Keterangan :

IRR = Internal rate of Return

rk    = tingkat bunga yang kecil (rendah)

rb    = tingkat bunga yang besar (tinggi)

NPV rk = Net present Value of Proceeds pada tingkat bunga kecil

PV rk   = present Value of proceeds pada tingkat bunga yang kecil

PV rb   = present Value Of proceeds pada tingkat bunga yang besar

IRR  = 20% +  (30% – 20%) = 20% +3,89% = 23,89% atau

IRR = rk +  x (rb – rk)

IRR  = 30% +  (30% – 20%) = 20% – 6, 11 = 23,89% atau

BAB  III

KESIMPULAN

            Pada pembahasan dalam makalah ini,  penulis dapat menarik beberapa  kesimpulan  bahwa dalam melakukan investasi maka yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Keputusan investasi yang dilakukan suatu perusahaan akan menentukan , apakah suatu perusahaan layak  melakukan investasi atau tidak
  2. Untuk menentukan layak atau tidak layak suatu perusahaan mengambil keputusan investasi yang perlu diperhatikan adalah aliran kas.
  3. Metode penilaian investasi dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu :

a)      Metode Accounting Rate Of return (ARR)

b)      Metode payback periode (PBP)

c)      Metode Net Present Value (NPV)

d)      Metode profitability Index (PI)

e)      Metode Internal rate ofReturn (IRR)

DAFTAR PUSTAKA

Unsur-unsur Prencanaan Strategis, terdiri atas:

–          Visi

–          Misi

–          Gols à Sasaran

–          Strategi

–          Kebijakan

–          Prosedur

–          Program

–          Proyek

Visi  (Vision)

Visi artinya Penglihatan yang jauh ke depan atau sebuah cita-cita kedepan  atau mimpi ke depan.

What do want to come ?

Agreement on the basic  vision for wich the firm strives to achieve in the long run is critically important to them firms sucses.

Menjadi apa kita ke depan?

Kesuksesan suatu perusahaan tergantung pada visi dasar yang ditanamkan.

Perjelas visi bisnis yaitu membuat missi secara konperhensive

Mission

–          Creet statement yaitu sesuatu yang harus diperjuangkan

–          Statement of purpose

–          Statement of philosophy

–          Statement of business principle

Research

Re = kembali

Search = mengcari

Jadi Research dapat diartika sebagai proses mengcari kembli, adapun yang dicari adalah fakta

Arti lain dari Research adalah proses melalui dimana kita berupaya untuk memecahkan masalah.

Dalam bisnis syarat dengan :

–          Problem yaitu suatu yang ingin ditemukan pemecahan masalahnya.

–          Solve

–          Solution (decision)

Cara memecahkan masalah adalah :

  • Common Sense (akal sehat)
  • Experiense (pengamalan)
  • Research (penelitian)

Penelitian :

Mencakup proses pendidikan (incuiry) , investigasi, pengujian dan percobaan  yang dilakukan secara sistimatis, tekun, kritis, obyektif dan logis yang hasilnya dapat dipergunakan untuk membantu menajermengatasi  masalah yang dihadapi, inilah yang disebut menggunakan metode ilmiyah yaitu pemcarian yang dilakukan secara sistimatis untuk mendeskripsikan, menjelaskan atau memprediksi suatu phenomena yang di dasarkan atas data yang dikumpulkan secara hati-hati untuk suatu tujuan penelitian.

Type Penelitian Bisnis

  1. Applied Research

Adalah penelitian yang dilakukan untuk memecahkan masalah tertentu yang sedang dihadapi oleh suatu perusahaan atau manajer dan membutuhkan pemecahan yang cepat.

  1. Basic/Fundamental/Pure Research

Adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk menghasilakn body of knowledge dengan cara memahami bagaimana masalah tertentu yang terjadi pada beberapa organisasi dapat dipecahkan.

Metodologi penelitian penting bagi manajer adalah :

  1. Mengindentifikasi dan memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam konteks pekerjaan  secara efektif
  2. Membedakan antara peneliti yang baik dan yang bukan
  3. Menyadari multifactors yang berpengaruh dan berdampak tetap terhadap suatu masalah.

Karesteristik Ilmiah adalah :

–          Tujuan yang jelas

–          Rigor ( ketapatan)

–          Testablity (dapat diuji)

–          Repdicability ( Dapat direpleksi)

–          Precisien and compidence (ketelitian dan keyakinan)

–          Obyektivity (kejujuran)

–          Generalizability ( Dapat digeneralisasi)

–          Persimony (hemat)

Definsi I :

Manejemen strtategi adalah suatu seni dan ilmu pengetahuan dalam merumuskan dan mengimplementasikan serta mengevaluasi lingtas fungsi dalam organisasi yang memungkinkan orang mencapai sasaran .

Definisi II:

Suatu proses yang berkaitan dengan lingkungan internal dan eksternal untuk menyesuaikan sumber daya  yang dimiliki dan sasaran yang akan dituju dengan perubahan2x yang terjadi dilingkungan untuk mencapai sasaran jangka panjang.

Berbasis pada definisi ini maka yang perlu dibenahi adalah :

– Visinya , yang merupakan cita-cita yang ingin dicapai’

– Misinya yaitu langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai visi.

Kesuksesan suatu perusahaan karena aktivitas :

– Manajemen

– Keuangan dan akuntansi

– Marketing

– Production

– Research dan pengembangan

– Sistem informasi manajemen (SIM)

Model-model strategi Manajement adalah :

– Analisis internal dan external

– Sasaran jangka panjang

– inplementasi strategis

– evaluasi

Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan2 bisnis yang ditujukan untuk :

1.Memahami segala kebutuhan dan keinginan dari seluruh konsumen.
2.Memilih dan mengembangkan produk yang dapat memuaskan konsumen
3.Mengembangkan sebuah program yang dapat menginformasikan kepada konsumen ttg manfaat produk anda.
4.Memastikan produk anda dapat menjangkau seluruh konsumen.
Ada 6 konsep inti pemasaran:
*1. Kebutuhan
*2. Keinginan
*3. Permintaan
*4. Produk
*5. Nilai,biaya, dan kepuasan
*6. Pertukaran, transaksi dan hubungan
BAURAN PEMASARAN
*Empat variabel saling terhubung menjadi paket utuh,yang akan menentukan derajat kesuksesan program pemasaran yang anda jalankan.
*(Produk,Harga,Lokasi,Promosi)
PRODUK Dirancang untuk memuaskan kebutuhan konsumen
*Kegunaan
*Kualitas
*Trade mark
*Model
*Kemasan
*Garansi,
*Pilihan (Macam produk)
Harga
*Selain harga yang anda tetapkan untuk sebuah produk yang anda jual ke konsumen, juga mencakup beberapa kebijakan mengenai :
*Diskon,harga kredit,periode pembayaran,pembayaran pemindahan.
Lokasi
Menyediakan produk pada tempat yang tepat dan waktu yang tepat
*Lokasi dan daerah toko
*Lokasi ruang pajang produk
*Jenis pengiriman produk
PROMOSI
Menginformasikan dan membujuk target konsumen anda dalam hal nilai dari produk yang anda jual
*Iklan pada media cetak,elektronik
*Penjualan secara pribadi
*Publikasi
*Sales promotion
Menjual versus Memasarkan
*Menjual : Kepandaian berbicara yang berusaha menyisipkan produk mereka diantara konsumen.
*Memasarkan : Mencari keuntungan dan mmenuhi kebutuhan konsumen dan memecahkan permasalahan mrk(pertukaran nilai yang cukup adilan antara konsumen nd perush).
Penjualan vs Pemasaran
*Penjualan : Mencipt.produk tanpa memeriksa apakah produk tsb dibutuhkan atau tidak.
*Pemasaran : Mencari tahu apakah sebuah produk memang dibutuhkan sebelum ditawarkan ke konsumen.
*Penjualan : Karyawan bg.penj.mendengarkan kons.dengan tujuan menjawab setiap kebutuhan konsumen.
*Pemasaran : Mendengarkan setiap konsumen dengan tujuan memahami kebutuhan mereka
Gagal dan sukses dipasaran
*Gagal Karena Salah dalam memahami pasar (Analisa kebutuhan yang lemah),Kualitas produk (Tidak dapat memenuhi keinginan dan harapan dari konsumen anda atau dibawah posisi para pesaing anda),kurang usaha pemasaran,perencanaan yang lemah,persaingan pasar.
4 alasan produk sukses dipasar
*Pendekatan pemasaran produk yang efektif (Memahami betul akan kebutuhan konsumen,
*selalu mencari tahu posisi anda dipasar)
*Produk yang unik (Produk yang berbeda/berkelas dg produk lain)
*Harga yang bersaing.
Kompetensi Tekhnis
*Milikilah kompetensi teknis pada proses produksi dan distribusi produk anda
*Carilah pengetahuan dan pengalaman dari industri yang anda jalankan
*Pemahaman praktis tentang apa yang sedang terjadi/ berlangsung dalam bisnis
Perencanaan Pemasaran
*Sebuah methode guna mencapai tujuan dengan mengantisipasi hal dimasa depan dan menentukan tindakan apa yang perlu dilakukan.
Perencanaan Bisnis
*Mengetahui Posisi Bisnis saat ini yang akan datang serta mengetahui proses mencapai posisi yang akan datang
*Sebuah dokumen kerja yang anda akan gunakan mengulas kejadian yang terjadi pada bisnis anda.
*Mengukur bagaimana anda menjalankan bisnis ,dan hal apa yang anda harus lakukan
PROSES PERENCANAAN
*Dimana POSISI kita sekarang ?        PRODUK                                         Siapa Konsumen anda ?                   Seberapa besar pangsa pasar anda ? Seberapa seringkali konsumen menggunakan produk anda ?            Apakah produk anda digunakan hanya sebagai pelengkap dari produk sejenis lainnya ?

*Apakah produk anda menjadi kebutuhan atau hanya barang mewah ?
*Apakah produk anda memiliki hak paten
*Bagaimana pendapat kons,masy,pesaing anda thdp produk
*Informasi tertulis apa sj mengenai produk anda yang tersedia bagi kons
*Personel
*Sikap terhadap pertumbuhan perush.
*Standar kualifikasi karyawan
* Insentif bagi karyawan berprestasi
*Insentif khusus bagi karyawan dengan keahlian teknis
* Biaya komisi yang ditetapkan realistis atau tidak.
Proses Perencanaan    Finansial
*Apakah biaya produk menurun seiring dengan meningkatnya produksi perusahaan.
*Berapa besar prosentase keuntungan yang diharapkan
*Apa saja ancaman resiko dari investasi anda sekarang ini
*Berapa besar dana yang ada bisa dapatkan dari sumber lain
*Berapa banyak kredit anda sekarang
*Berapa banyak modal anda sekarang
*Dapatkah anda memperoleh pinjaman dana begitu anda membutuhkan.
Proses Perencanaan Fasilitas
*Brp besar alokasi dana untuk B.Baku
*Apakah suplai ,harga,b.b.berfluktuasi
*Pemasok anda dapatkah diandalkan,adakah pemasok lain.
*Apakah anda dapat mengganti b’baku produk dengan b.baku lainnya.
*Apakah ukuran kantor,pabrik,outlet anda cukup luas.
*Bagaimana dengan peralatan perusahaan anda,cukup baik atau mengkhawatirkan.
Memformulasi tujuan
ØTujuan : Hasil jangka panjang yang anda inginkan dicapai dalam bisnis yang anda jalankan.
ØSifat     : Luas,realistis,
ØDiperuntukan untuk : Kehidupan,bisnis, klp pemasaran
ØPengelompokan : Tujuan hidup secara umum dan tujuan bisnis secara umum
Cara menentukan tujuan Bisnis dan pribadi anda
*Lihat kemungkinan yang terjadi pada 5 th ke depan.
*Posisi bisnis yang anda inginkan
*Langkah2 yang diperlukan untuk mencapai tujuan
*Tentukan tujuan sementara perush.  Guna mencapai tujuan 5 th ke depan
*Buatlah fondasi ,setahun ke depan fokus pada penguatan pasar yang telah dimasuki(jangkau),jadilah seorang ahli pada pasar yang anda akan kembangkan.
*Buatkah jaringan secara internasional dan lakukan riset pasar untuk menguji rencana bisnis anda.
*Lakukan uji coba penjualan produk anda dalam lingk.pasar internasional.
*Perluas tes pasar internasinal anda tanpa harus meninggalkan pasar domestik.
*Tujuan bisnis/pemasaran jk pj anda tercapai.
Kata kunci……..
*MENENTUKAN DAN MENYATU PADUKAN TUJUAN ANDA MEMBUTUHKAN WAKTU DAN PEMIKIRAN YANG TIDAK SEDIKIT,TUJUAN SULIT TERCAPAI DENGAN MUDAH BEGITU SAJA.
Menentukan sasaran pada 6 elemen pemasaran
1.Produk  ; Memperkenalkan (Q)produk baru pada (T) melakukan peningkatan (NP) dengan membuat (Perubahan spesifik) sebelum (tgl tertentu)
2.Penetapan harga : Meningkatkan harga pasar (Jml)pada (Tgl tertentu)
3.Penentuan tempat : Melakukan penetrasi terhadap (Kota/daerah tertentu)secara lebih mendalam lagi dgn memngembangkan (Jml) kontak pada (Waktu tertentu).
4.Konsumen : Sediakanlah (Jenis) layanan bagi(konsumen tertentu)pada (waktu tertentu)
5.Penjualan : Jualah (jml tertentu)tingkatkan jml pesanan rata2 menjadi (Nilai Rp) penjualan (Wakt)
Menyusun rencana tindakan

1.Definisikan program pemasaran,dan kemudian membaginya menjadi beberapa tugas yang terpisah.     Contoh : Iklan   memulai dari memilih produk apa, memastikan ketersediaan cukup barang,menuliskan iklannya, memilih media iklan, jadwal tayang,toko tempat pajangan barang,tampilannya.

2. Catatlah rentetan dan hubungan dari seluruh proses tsb.

Contoh ,Panjang iklan bergantung pada jenis media yang akan digunakan,ketersediaan produk dapat dipastikan sudah siap sebelum di iklankan.